UB Tekan Peningkatan Sivitas Akademika dan Tendik UB yang Terpapar Covid-19

Malangchannel.com, Malang – Saat ini jumlah sivitas akademika dan tendik UB yang terpapar Covid-19 semakin meningkat. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya kasus di hampir semua wilayah, khususnya di Malang Raya.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Monevfas UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE. MSi.Ak. di Malang melalui rilis UB (3/12/20).

Sebagian besar peningkatan jumlah
ini terutama karena kegiatan sivitas akademika di luar kampus, baik kegiatan pribadi ataupun kedinasan yang
berhubungan dengan pihak eksternal.

Dampak dari ini kemudian menyebar di dalam kampus karena interaksi
antar orang yang tidak dapat dicegah dengan ketatnya aturan internal kampus.

Namun demikian sebagai bagian dari pengoptimalan ikhtiar, yang terbaru UB telah mengeluarkan Instruksi
Rektor No. 9644 Tahun 2020 tanggal 24 November 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan dan Pencegahan
Penularan Covid-19 di Lingkungan Universitas Brawijaya.

Harapannya ini dipatuhi oleh seluruh sivitas akademika UB dan terus menjaga kepedulian mereka sehingga dapat menyelamatkan diri, keluarga dan kolega.

Isi dari Instruksi Rektor tersebut adalah:
1. Menegakkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 dalam lingkup kerjanya masing-masing.
2. Mengaktifkan kembali satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid- 19 atau satuan tugas kampus
tangguh di masing-masing unit kerja.
3. Mengurangi risiko terjadinya penularan Covid-19 kepada sivitas akademika dengan melarang pelaksanaan kegiatan yang akan diikuti orang lebih dari 50% dari kapasitas ruang di dalam kampus dan melarang pelaksanaan kegiatan di hotel atau tempat umum lainnya di luar kampus.
4. Lebih selektif dalam menyetujui kegiatan yang menghadirkan tamu dari luar UB dan memastikan
berlakunya protokol kesehatan dengan semestinya apabila kegiatan itu harus dilakukan dan melaporkan
kepada tim pencegahan dan penanggulangan Covid-19 UB.
5. Lebih selektif dalam memberikan tugas kepada dosen yang menjadi narasumber atau tugas lainnya pada
forum yang diminta instansi atau pihak ketiga lainnya.
6. Menyampaikan keadaan diri dan/atau keluarganya apabila terkonfirmasi positif kepada tim pencegahan
dan penanggulangan Covid-19 UB dan/atau satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid-19
masing-masing unit kerja guna penanganan dan pencegahan penularan lebih lanjut pada sivitas
akademika lainnya.

- Advertisement -

Prof. Unti juga menyampaikan bahwa beberapa bulan sebelum Instruksi Rektor di atas dikeluarkan, UB juga
telah mengeluarkan Peraturan Rektor (Pertor) Nomor 35 Tahun 2020 tanggal 24 Juni 2020 tentang Penyelenggaraan Kampus Tangguh Universitas Brawijaya dalam Masa dan Pasca-Pandemi Covid-19.

Pertor ini relative detail dan berperspektif luas dalam mengantisipasi kemungkinan perkembangan pandemik yang tidak
mudah diprediksi ini.

Pertor tersebut mengatur tatanan penyelenggaraan akademik, penyelenggaraan umum
dan keuangan, dan penyelenggaraan kemahasiswaan yang terbagi kedalam 3 skema, yaitu skema ketat, skema
pelonggaraan (masa transisi), dan skema normal baru.

Sebagai penjabaran lebih lanjut, UB sudah mengeluarkan beberapa SE Rektor terkait penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk di dalamnya yang
spesifik mengenai SOP berbagai aktifitas.

UB juga menyediakan layanan bagi sivitas UB memerlukan bantuan, dapat menghubungi Satgas Fakultas masing-masing atau Satgas  Monevfas UB (08113631611).

Lebih lanjut agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan, Satgas Monevfas Kampus Tangguh UB terus menyerukan dan mengajak UB semua sivitas akademika untuk melaksanakan gerakan 4 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan).

Sedangkan untuk penanganan adanya
yang terkonfirmasi positif pada sivitas akademika maka pola pencegahan dilakukan dengan cara 4 T (tracing,
testing, treatment, dan telling komunikasi resiko). (Rfl)

 

 

 

 

 

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments