Traditional Shopping Bag Movement Jadi Tren Baru Kurangi Polusi Sampah

Malangchannel.com, Malang – Halo… kali ini Machan mau bahas tentang Traditional Shopping Bag Movement, udah pada tahu belum sih? Ini merupakan gerakan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara mengajak kita untuk mengurangi polusi plastik/kresek sekali pakai. Gerakan ini juga bertujuan untuk mengganti penggunaan plastik/kresek menjadi tas belanja tradisional.

Seperti yang diketahui terdapat sekitar 500 miliar shopper menggunakan kantung plastik di seluruh dunia. Padahal juga banyak yang sudah tahu jika plastik sekali pakai membutuhkan waktu 20-1000 tahun untuk terurai, tidak sampai situ saja, uraian plastik tersebut akan menjadi polymer dan bahan kimia beracun yang tentunya berbahaya bagi fauna & biota laut.

Nah oleh karena itu, tercetuslah ide untuk membentuk movement/gerakan ini di kota Malang. Melalui akun Instagram (@tsbmovementmalang) mulai diperkenalkan kepada publik, hal ini sendiri berawal dari mata kuliah Gerakan Sosial Jurusan Hubungan Intermasional yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang.

Hal ini merupakan hal baik yang digalakan untuk memperkenalkan betapa pentingnya peduli terhadap alam pada masa sekarang dan masa depan. Banyak langka pertama yang dilakukan hingga mengembangkannya dengan mengajak orang-orang untuk melaksanakan TSB Movement ini melalui berbagai media social.

Lalu, mengapa harus menggunakan tas tradisional sebagai penggantinya? Yakni, ramah lingkungan & dapat dipakai berulang kali, membuka lapangan pekerjaan baru, membantu mensejahterakan pengrajin (pembuat tas belanja tradisional), mendukung brand lokal dan tentunya mengurangi polusi sampah plastik. Hal ini juga bisa dimulai dari diri sendiri seperti menggunakan menggunakan tas tradisional ini ketika berbelanja, tidak hanya di pasar namun juga membawanya ketika berbelanja di mall.

Menurut Amaliya Mulyanor salah satu mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang mengungkapkan jika hal ini sudah dilakukannya secara pribadi.

“Memulai dari diri sendiri, dan penggunaan tas tradisional ini tidak kalah dalam trendy dan sangat fashionable ketika dipakai,” ungkap influencer/content creator yang lahir di kota Palangka Raya ini. (HAW/AM)

Comments