Telfon Darurat COVID-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Malang

Malangchannel.com, Malang- (19/03) Wabah virus Corona semakin meluas setiap harinya. Berbagai daerah telah menghimbau masyarakatnya untuk mengkarantina diri di rumah. Kebijakan ini diambil untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus tersebut.

Di Malang sendiri telah ditemukan pasien yang positif COVID-19. Jumlah ini bisa saja bertambah jika tidak ada orang yang peduli. Untuk itu masyarakat diharapkan lebih tenang dan tidak gegabah dalam menanggapi wabah ini.

Selain tindakan preventif, masyarakat bisa berkonsultasi pada pihak medis jika terjadi gejala seperti demam, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu. Untuk masyarakat Kota Malang dapat menghubungi layanan hotline COVID-19 RSSA Malang di nomor 081239672121. Dinas Kesehatan Jawa Timur juga menyediakan layanan yang bisa dihubungi di nomor (031) 8430313 aktif pada jam kerja dan 081334367800 yang aktif setiap saat. Sekarang ini sebaiknya hindari datang langsung ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Kementrian Kesehatan juga telah menetapkan rumah sakit rujukan di setiap daerah. Di Jawa Timur ada total 11 rumah sakit yang menjadi rujukan. Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dipilih sebagi rumah sakit rujukan COVID-19 di Malang Raya. Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga telah menunjuk tiga rumah sakit tambahan yakni RS Lavallete, RS Panti Waluya Sawahan dan RS Soepraoen.

Rumah Sakit Saiful Anwar tetap menjadi rujukan utama masyarakat yang terkena COVID-19. Ada 30 – 40 tim medis yang disiapkan untuk menangani pasien Corona. Diantaranya ada spesialis paru, anestesi, anak, penyakit dalam, mikrobiologi, mitologi dan radiologi. Selain tim medis, pihak rumah sakit juga menyiapkan dua ruangan khusus yang dapat menampung sekitar 23 pasien yang terduga mengidap COVID-19.

Jalur khusus juga tekah disiapkan untuk mengevakuasi pasien COVID-19 dan RS Saiful Anwar telah menyiapkan ambulance khusus. Setiap dokter juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) khusus.(DEW)

Comments