Rayakan Pesta Pendidikan, Kota Batu Lakukan Berbagai Inovasi Dalam Dunia Pendidikan

Malangchannel.com, Batu – Sabtu (17/11) kota Batu rayakan pesta pendidikan bersama pemerintah, masyarakat, siswa saling berkolaborasi melakukan program inovasi untuk anak sekolah Indonesia. Kolaborasi Literasi Bermakna (KLB) diadakan di GOR Gadjah Mada, Sisir, Kota Batu.

Dengan menggandeng Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan
(PSPK), Kampus Guru Cikal (KGC), Keluarga Kita (KK) dan Ini Budi memiliki visi yang sama yakni untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak Indonesia.

Banyak yang harus diperbaiki dan di kembangkan dari pendidikan saat ini semua dilakukan demi kemajuan pendidikan generasi muda Indonesia. Melalui program ini bersama anak, guru, orangtua, dan pemerintah saling bersinergi untuk berinovasi demi cikal bakal yang terbaik.

Balitbang Kemdikbud RI sendiri melakukan riset dan ditemukan bahwa hanya setengah siswa sekolah dasar mencapai ambang batas nasional minimal dalam membaca dan kurang dari seperempat yang mencapai ambang batas nasional dalam matematika.

Pada pesta pendidikan ini bersama berinovasi untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, serta pendidikan inklusi para generasi penerus bangsa.

Selain itu saat ini ada tantangan tersendiri mengenai kemajuan teknologi khususnya gadget. Sulit nya menghilangkan ketergantungan anak-anak terhadap kecanduan gadget juga menjadi masalah bagi orang tua, guru dan pemerintah.

Dewanti selaku walikota Batu mengungkapkan jika ia memberikan dukungan dan apresiasi yang besar kepada inovasi pendidikan. Tidak hanya dikota Batu namun di Indonesia.

“Sebagai orang tua kita bisa memberikan hak anak untuk mendapatkan pendidikan dengan humanis, dalam arti anak tidak merasa dipaksakan untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan yang di inginkan,” ungkapnya.

“Dalam berinovasi kita juga memiliki hambatan kita, harus lebih bisa bersaing dengan Gadget khususnya, jangan sampai kita diperbudak dengan kemajuan teknologi. Kita harus arahkan anak-anak pada hal yang positif, menonton film, bermain game dan kegiatan lain dalam porsi yang tepat dan sesuai sehingga ada keseimbangan dalam teknologi dan pendidikan secara langsung,” tegasnya. (HAW)

Comments