Mengintip Matahari Terbit dari Ranu Kumbolo

malangchannel.com-Malang, Ranu Kumbolo adalah danau yang terletak di lereng gunung Semeru. Ranu Kumbolo memiliki keindahan yang luar biasa. Banyak pendaki yang menuju gunung Semeru menyempatkan diri untuk singgah di sini. Banyak juga yang hanya bertujuan berkemah di sini. Ranu Kumbolo merupakan sumber air Gunung Semeru yang banyak dimanfaatkan oleh para pendaki.

Ranu Kumbolo terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Danau yang indah ini berada di ketinggian 2400 mdpl. Untuk menuju ke sini, sobat Machan bisa memanfaatkan angkutan umum ke arah Tumpang, kemudian bisa berganti angkutan jeep yang akan mengantarkan sobat Machan ke Ranu Pani. Ranu Pani merupakan Desa terakhir sebelum menuju Gunung Semeru.

Perjalanan sahabat akan dimulai dari Ranu Pani. Sebelumnya, sempat macan harus registrasi dulu secara online jika ingin mendaki gunung Semeru. Tidak lupa, sobat Machan juga harus membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter. Perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4 jam dari Ranu Pani.

Dari Ranu Pani, sobat Machan akan menempuh perjalanan sekitar 57 km. Di sepanjang perjalanan empat macam akan menemui hamparan tanaman edelweiss. Sebaiknya sobat Machan tidak memetik bunga ini karena termasuk tanaman yang dilestarikan.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, sobat Machan akan sampai di Ranu Kumbolo. Di sini sobat Machan dapat beristirahat dan mendirikan tenda untuk bermalam sambil menikmati pesona Ranu Kumbolo.

Saat berkemah di sini ada beberapa hal yang wajib untuk diketahui. Pertama, ada dua titik yang diperbolehkan untuk mendirikan tenda yaitu di savana dekat pos 4 turun ke bawah dan shelter di balik bukit Ranu Kumbolo. Selain itu, batas untuk mendirikan tenda 15 meter dari danau.

Pendaki dilarang untuk mandi, buang air dan mencuci perlengkapan makan di danau. Pendaki juga di larang untuk membuat api unggun. Sebagai gantinya, pengelola telah menyediakan toilet umum untuk keperluan mandi dan buang air. Pengelola juga membuat satu api unggun besar yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pendaki. Dengan begini para pendaki bisa saling berinteraksi satu sama lain. Membuat api unggun di satu titik juga dapat meminimalisir resiko kebakaran.

Bila cuaca cerah, sobat Machan akan menyaksikan bintang yang memenuhi langit malam. Jangan tidur terlalu malam supaya bisa menyaksikan matahari terbit keesokan hari. Saat Pagi sobat Machan akan disambut dengan matahari terbit dari balik bukit berpadu dengan jernihnya air danau. Sobat Machan juga bisa menyaksikan kabut yang perlahan menyingkap Ranu Kumbolo. Ditemani secangkir kopi yang hangat di tengah dinginnya pagi hari pasti akan membawa kesan tersendiri bagi sobat Machan. (DEW)

Comments