Mengenal Lebih Dalam Tentang “Boso Walikan” Khas Kota Malang

Malangchannel.com, Malang – Haloo, buat kalian yang lagi tegang menghadapi wabah virus corona kali ini Machan akan sedikit membuat relax otot-otot dan pikiran tegang kalian. Mari sejenak kita meninggalkan corona dan membaca pengetahuan tentang apa yang ada di Kota Malang.

Machan mau bahas mengenai tradisi yang akan di Kota Malang tercinta, yaitu bahasa keseharian. Kalian pastinya sering bukan mendengan kata-kata dari percakapan masyarakat Malang yang terkadang sulit untuk dipahami. Nah itu adalah “Boso Walikan” dalam bahasa Indonesia artinya adalah bahasa terbalik, yaitu kata atau kalimat yang pengucapannya dibalik.

- Advertisement -

Jika sudah terbiasa dan paham tentunya akan lebih mudah dimengerti, seperti kata UMAK yang artinya kamu dan AYAS yang artinya saya. Sama saja bukan, namun hanya gaya membacanya saja yang berbeda.

Pada mulanya “Boso Walikan” sendiri berasal dari pemikiran para pejuang tempo dulu yang bertindak secara berkelompok. Dimulai dari pemikiran para pejuang tempo dulu, yakni kelompok Gerilya Rakyat Kota (GRK). Bahasa ini digunakan untuk menjaga kerahasiaan, dan terbukti efektif untuk komunikasi sesama pejuang, dengan menggunakan bahasa ini dapat digunakan untuk berdialog selain itu juga sebagai media pengenal kawan atau lawan.

Nah, kalian sudah tahukan dari mana asal boso walikan yang saat ini menjadi dialek masyarakat kota Malang. (HAW)

- Advertisement -

- Advertisement -

Comments