Kembali Mengudara, Podcast Wujud Bangkitnya Kembali Media Format Audio di Indonesia

Malangchannel.com, – Pasti sobat Machan sudah tidak asing dengan istilah podcast bukan. Yap, podcast sendiri merupakan sebuah media baru untuk mendengarkan konten dalam format audio. Sebenarnya, podcast sudah lama hadir di tengah masyarakat dengan menggunakan konten berbasis audio-visual. Namun, kehadiranya dalam format audio tidak membuat tidak dilirik oleh mayoritas pengguna teknologi yakni kaum millenial.

Namun saat ini podcast mulai mengudara kembali dan banyak digemari oleh kaum muda kekinian. Lalu, mungkin ada sebagian orang yang berpikir jika podcast mirip dengan radio? Jawabannya, memang mirip tapi podcast memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh radio. Eksistensi podcast di Indonesia memang bisa dibilang sangat populer akhir-akhir ini. Sebut saja Makna Talks, Podcast Raditya Dika (PORD), Do You See What I see adalah sedikit dari beberapa podcast yang populer di kalangan pendengar podcast di Indonesia.

Menilik sekilas sejarahnya, kata podcast merupakan singkatan dari iPod Broadcasting, pertama kali diperkenalkan oleh Steve Jobs di tahun 2001 silam dan mulai populer di Amerika Serikat pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri, podcast baru banyak dikenal mulai tahun 2018.

Melihat kepopuleran media yang mirip dengan radio ini tidakkah kalian berpikir bagaimana bisa media yang disajikan dalam format audio bisa sangat populer di era yang sudah serba berbasis audio-visual? Apa sih yang spesial dari podcast dan apa bedanya podcast dengan radio sehingga membuat media ini sangat populer terutama di kalangan anak muda? Lebih lanjut lagi, apakah podcast bisa dianggap sebagai bentuk bangkitnya kepopuleran media dalam format audio? Mari kita kulik satu persatu yuk.

Pertama, seperti yang disebutkan jika podcast dan radio sama-sama media konten audio, namun tidak sepenuhnya sama. Perbedaan yang paling jelas adalah radio mengudara melalui frekuensi gelombang elektromagnetik, sedangkan podcast bisa diakses menggunakan internet.

Selanjutnya, kepupoleran podcast bukannya tanpa alasan. Di era dimana masyarakat sudah lama dimanjakan oleh konten berbasis audio-visual, podcast hadir sebagai media audio only yang justru banyak digemari oleh kaum muda lho. Format audio justru memudahkan kalian dalam menikmati konten podcast karena kalian bisa tetap mendengarkan podcast sembari berkegiatan tanpa harus berfokus terpacu pada layar layaknya kalian menikmati konten audio-visual. Podcast dianggap lebih fleksibel dalam hal waktu dan tempat. Kapanpun dan dimanapun kalian bisa mendengarkan podcast karena setiap episode podcast bisa di putar sesuka hati. Saat berangkat atau pulang kerja di kendaraan, saat bekerja, sebelum tidur, atau dimanapun kalian berada dan kapanpun. Itulah sebabnya podcast sangat cocok sekali untuk orang-orang banyak berkegiatan.

Sedangkan radio disiarkan secara langsung dimana kadang di waktu kalian sibuk dan tidak punya waktu untuk mendengarkan acara radio favorit kalian. Peyampaian informasi dalam podcast juga lebih mendalam dan detail karena podcast tidak terbatas waktu seperti halnya radio yang memiliki durasi waktu acara, dan juga adanya jeda iklan. Lalu mengenai topik tidak perlu ditanyakan lagi. Kerennya, podcast memungkinkan pendengarnya bisa memilih topik tertentu. Topik dalam podcast sangat beragam misalnya, musik, sastra, fenomena sosial, cerita kehidupan sehari-hari, atau bahkan politik.

Kalian bisa nih dengerin podcast Do You See What I see yang dipandu oleh Mitzer kalau mau dengerin cerita horor, atau juga podcast Asumsi Bersuara jika kalian tertarik dalam diskusi politik. Bisa lah ya jadi rekomendasi list podcast favorit kalian. Podcast dianggap lebih ”anak muda banget” karena podcast biasa dibawakan dalam konteks lebih santai dan bebas pada tema podcast tertentu, lain dengan radio yang harus mengikuti protokol penyiaran.

Jadi bisa dikatakan podcast adalah bentuk pembaruan dari media yang menyajikan konten dalam format audio. Banyaknya teknologi berbasis audio-visual tidak membuat podcast tidak banyak diminati. Dengan fitur-fitur baru yang tidak dimiliki oleh media audio sebelumnya membuat podcast menjadi sebuah angin segar dalam menikmati konten dalam format audio. Podcast tidak juga bisa dianggap menggantikan radio karna baik podcast maupun radio memiliki kesan yang berbeda pada masing-masing pendengarnya. Setuju nggak? For your additional information, radio memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh podcast yakni element of surprise. Jadi Sobat Machan masih setia dengerin radio atau sudah beralih ke podcast nih sekarang? (HAW/MFT)

Source:
https://www.kompasiana.com/amp/albertussalama/5d9b10710d82300d980302a2/podcast-jadi-sebuah-pilihan-bukan-pengganti-radio-di-masa-depan

https://m.detik.com/hot/music/d-4697934/podcast-bukan-saingan-dari-radio#top

https://m.kbr.id/opini_anda/09-2019/peluang_baru_itu_bernama_podcast/100697.html

Comments