Ciptakan Peluang Kreativitas, KKN 101 UMM Adakan Pelatihan Kerajinan Rajut Di Balai Desa Wonoagung

Malang – Terbukanya peluang yang besar akan bisnis kerajinan rajut, membuat kelompok KKN 101 Universitas Muhammadiyah Malang tergerak mengadakan kegiatan pelatihan kerajinan rajut bagi warga Desa Wonoagung. Acara yang digelar pada Jumat, 26 Juli 2019 ini diikuti sebanyak 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan perangkat Desa Wonoagung. Siapa sangka? Kini, merajut bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

Bermula dari hobinya, Riska Nawangwulan selaku pemateri pada acara ini mengaku bahwa bisnis rajut bisa membawa untung hingga berkali-kali lipat. Ia pun menambahkan bahwa aktivitas merajut membutuhkan kesabaran yang cukup dan siapapun yang sedang melakukan kegiatan merajut tidak boleh dalam keadaan marah.

Antusias warga terlihat saat mereka bersemangat memadati Balai Desa Wonoagung sejak pukul 08.00 WIB. KKN 101 UMM sadar, bahwa bermula dari hal kecil apapun itu, jika digeluti dengan ketekunan akan membuahkan hasil yang besar.

Terlebih, KKN 101 UMM melihat potensi masyarakat desa Wonoagung yang mayoritas sebagai peternak, membuat kelompok KKN 101 UMM ingin memberikan wadah untuk para warga Wonoagung menyalurkan kreativitasnya di sela-sela waktu menganggur.

 

“Kerajinan Rajut yang Terdiri dari Benang dan Alat Hakpen” (avc)

 

Mayoritas ibu-ibu di Desa Wonoagungpun bekerja sebagai ibu rumah tangga, jadi kegiatan pelatihan rajut ini cocok untuk membantu menambah penghasilan keluarga.

“Pelatihan kerajinan rajut ini salah satu program kerja dari divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dimana bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Desa Wonoagung sehingga masyarakat bisa menghasilkan kerajinan tangan yang dapat diperjual-belikan” Ungkap R. Yudha Kusedi T selaku ketua pelaksana

Menurut sejarah, awalnya kerajinan rajut  dilakukan oleh pria pada Timur Tengah (tepatnya di Jazirah Arab). Namun dahulu orang Belanda mengenalkan kerajinan rajut pada orang Indonesia yang banyak diminati kaum wanita. Maka tak heran, jika kini kita dapat merajut untung dari kegiatan ini.

Hasil dari rajutan baik berupa tas, aksesoris, sepatu, dan lain-lain tidak kalah saing jika dibandingkan dengan model lainnya, apalagi dengan harga yang terjangkau. Barang rajut memiliki keistimewaan yang banyak diburu orang-orang terkait bentuknya yang unik dan warnanya yang beragam. (avc)

Comments