Brawijaya Culture and Food Festival, Mengajak Generasi Muda Lebih Peduli Budaya

malangchannel.com, Malang-Di tengah gerusan globalisasi, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya mengadakan acara Brawijaya Culture and Food Festival (BCFF) untuk memperkenalkan budaya Indonesia pada generasi muda. Ada berbagai acara menarik dalam Brawijaya Culture and Food Festival.

Event BCFF digagas oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Brawijaya. Acara bertajuk budaya ini rutin diadakan setiap tahun sejak 2011 dan diselenggarakan setiap bulan November. Tahun ini BCFF diadakan pada hari Kamis, 21 November 2019.

“Tujuan internal dari Brawijaya Culture and Food Festival adalah mempererat tali silaturahmi mahasiswa Pariwisata”, ujar David mahasiswa semester 5 Jurusan Pariwisata Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Bunga mahasiswa semester 3 menimpali “Tujuan eksternal dari acara ini yaitu mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi milenial”

Meskipun, acara sempat terhenti karena hujan tapi tidak mengurangi kemeriahan acara yang digelar di Lapangan Parkir Fakultas Ilmu Adminstrasi Universitas Brawijaya.

Acara tahunan ini dimeriahkan oleh penampilan tarian khas daerah. Seperti tari bujang ganong dan tari bawidayak khas Kalimantan Tengah yang dibawakan oleh 5 penari wanita. Tarian ini menggambarkan keelokan wanita dayak. Pesan lain yang tersirat yaitu untuk menghargai dan menghormati perempuan. Selain tarian dari Kalimanta Tengah, ada tarian khas Papua yaitu tari perang, tari perdamaian dan tari seka. Masing – masing daerah menampilkan kebudayaan khasnya dengan sangat apik.

Tidak hanya tarian khas daerah, Brawijaya Culture and Food Festival juga dimeriahkan oleh grup musik patrol. Grup musik ini sukses mengambyarkan pengunjung dengan alunan angklung dan alat musik tradisional lainnya. Penampilan Kos Atos juga turut memeriahkan puncak acara Brawijaya Culture and Food Festival hari ini.

Berbagai stand makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia juga melengkapi acara BCFF. Ada seblak, pempek, tekwan, lumpia, martabak, baso aci, aneka kue basah dan masih banyak makanan khas lainnya. Pengunjung juga bisa menikmati permainan tradisional yang disediakan panitia di game corner. Permainan yang disediakan yaitu congklak, dart dan pletokan. Bagi yang belum tau, pletokan adalah mainan khas dari 2 bambu. Satu bambu dilobangi untuk mengisi peluru kertas dan yang satunya berguna untuk mendorong kertas itu keluar.

Bagi penikmat rokok, di acara BCFF juga menyediakan stand cethe. Di stand ini pengunjung bisa berkreasi melukis menggunakan ampas kopi dibatang rokok. Melukis batang rokok dengan ampas kopi atau cethe tak semudah kelihatanya lo. Dibutuhkna kesabaran, ketelatenan dan imajinas yang tinggi untuk menghasilkan karya yang mengagumkan.

Menurut Bestin, salah satu pengunjung BCFF acara tahun ini sangat seru dan menyenangkan. Generasi muda jadi lebih tahu tentang budaya yang dimiliki, sehingga generasi muda jadi bisa menghargai budaya sendiri. Indonesia itu luas dan kaya, sayang kalau budaya yang beranekaragam ini suatu saat dipelajari dan diklaim oleh bangsa asing. (DEW)

Comments