Menumbuhkan Semangat Kemandirian, Mahasiswa KKN 101 UMM Adakan Latihan Pengolahan Sampah dan Pembuatan Kompos Bagi Masyarakat Wonoagung

Malang- Minggu (04/08), mahasiswa KKN 101 UMM, menggelar acara workshop pengolahan sampah, pembuatan kompos, dan pengenalan kebun mini tanaman obat keluarga (TOGA).

Bertepat di Dusun Sepukul Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon, materi pertama yang disampaikan terkait pengolahan sampah yang diberikan langsung oleh Yuniawati dari Bank Sampah.

Dilanjut pada materi kedua yaitu penggunaan biofarm dalam pembuatan kompos yang disampaikan oleh Harisudin dan Hendi.

Biofarm sendiri adalah pupuk hasil penelitian dari Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP , yang memiliki lima keunggulan dalam satu produk yang memilik lima fungsi yaitu :

  1. Biodekomposter
  2. Biofertilizer
  3. Bioproteksi
  4. Bioremediasi
  5. Bioaktivator
    “Suasana Pelatihan Pembuatan Kompos di Dusun Sepukul” (bayu)

    Cairan Biofarm memiliki fungsi sebagai pembenah tanah, biodekomposter, pupuk hayati, pupuk organik cair, dan proteksi tanaman. Sedangkan manfaatnya yaitu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi lahan, meningkatkan pertumbuhan, produktifitas dan tanaman, meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan dan menghilangkan gas/bau.                                                      Selain memberikan materi terkait pengolahan sampah dan pembuatan kompos, mahasiswa KKN 101 UMM juga memperlihatkan hasil karya green house tanaman toga yang mereka buat sendiri dengan penambahan tanaman seperti binahong merah, kumis kucing, salam, sirih merah, dan pegagan.

“Harapan dari adanya kegiatan ini, masyarakat lebih bijak dalam mengelola lingkungan hidupnya khususnya bagi peternak dan petani sehingga dapat terwujud lingkungan hidup yang sehat bagi generasi mendatang” ujar Hendi selaku pemateri pengolahan pupuk kompos.

Desa Wonoagung merupakan desa yang memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah. Mayoritas mata pencaharian di desa ini adalah peternak, sehingga mahasiswa KKN 101 UMM tergerak untuk memberikan workshop pembuatan kompos, daripada kotoran sapi dibuang sia-sia.

“Saya merasa beruntung bisa belajar bareng disini, karena saya bisa membuat kompos sendiri daripada harus beli” ujar Siswanto, salah satu warga yang mengikuti workshop pengolahan sampah dan pembuatan kompos.

Agar tidak terkesan monoton, acara ini juga diisi dengan pembagian doorprize bagi warga yang bisa menjawab pertanyaan terkait materi yang diberikan.

“Pembagian Doorprize dari Mahasiswa KKN 101 UMM” (bayu)

Mahasiswa KKN 101 UMM berharap dengan adanya pelatihan ini nantinya masyarakat Wonoagung selain bermata pencaharian sebagai peternak dan petani, mereka juga bisa menjajal bisnis untuk membuat kompos dengan bahan yang dihasilkan sendiri. (avc)

You might also like More from author

Comments